Nama  : Kukuh Amaliyanti

NRP     : A44100054

Laskar  : 22

Cerita Inspirasi 47

Untuk : Anak-anak Istimewa

Di taman—entah iu bias disebut taman atau tidak— sebuah rumah, ada seorang ibu bersama putri kecilnya. Tak seperti ibu lainnya yang suka memangku putrinya, si Ibu mendududkkan putrinya di sebuah kursi dan si Ibu duduk di bawahnya.

Setiap orang yang melihat pasti akan mengira jika mereka berkomunikasi dengan biasa, tapi itu salah. Si Ibu harus menggunakan cara istimewa untuk berkomunikasi dengan putrinya.

Sekarang si Ibu dan putrinya hanya terdiam. Tak ada satupun kata yang keluar dari mulut keduanya, hanya tangan si Ibu yang lembut membelai tangan putrinya. Lima menit berlaludengan cara komunikasi yang unik. Menit berikutnyasi Ibu mulai bicara,

“Sayang, putrid Bunda yang paling cantik kemarin Bunda membaca sebuah buku tentang anak-anak istimewa seperti dirimu, seandainya kau bias membacanya, kita akan membacanya bersama sayang. Tapi biarlah Bunda yang menceritakannya untukmu.

“ Di buku itu, ada banyak sekali tulisan agar kau dan Bunda menjadi lebih kuat sayang. Di halaman pertama buku itu ada tulisan “Untuk: Anak-anak Spesial”

“sayang, Allah benar-benar mencintai kalian—anak-anak istimewa–, karena Allah melindungi kalian dari segala yang buruk di dunia ini.

“Kau putri Bunda yang cerdas sayang, kau pasti bias mencerna apa yang Bunda katakana. Kau tahu maksud Bunda tadi kan, sayang? Iya sayang, kau benar. Meskipun matamu tertutup, tak ada cahaya yang masuk ke dalam retinamu, tak bias melihat indahnya matahari terbit dan tak bias melihat segalanya, percayalah Allah akan menggantikan matamu kelak. Dan kau akan melihat semua yang lebih indah. Bersabarlah sayang, waktu itu pasti akan datang. Waktu dimana Allah akan memberikan cahayaNya untukmu.

“Meski mulutmu terkunci, tak ada satupun yang mengerti apa maksudmu, percayalah Allah selalu mengerti apa maksudmu sayang. Kau mengerti kan, sayang?

“ Meski telingamu tak bias mendengar apa yang Bunda katakana sekarang, dan tak pernah mendengar semua suara di sekitarmu tapi Bunda percaya hatimu mendengarnya. Ah, tentu saja kau mendengarnya karena Allah selalu menjadi telinga untukmu sayang.

“ Maafkan Bunda sayang. Karena hanya dengan cara ini yang bias Bunda lakukan untuk Berbicara padamu. Semoga kau mengerti sayang.”

Malamnya saat seluruh alam telelap, si Anak terbangun, menggerak-gerakkan tangannya mencari seseorang untuk diraihnya. Sekarang ia terduduk . berkomunikasi dengan Tuhan. Dengan cara istimewa tentunya.

(jika saja kita bias mendengar ucapannya, seperti inilah kata-katanya:

“Ya Allah, sayangi Bunda seperti ia menyayangiku, cintai Bunda seperti Bunda mencintaiku. Terima kasih ya Allah karena di kegelapan, keterdiamanku dan ketuna runguanku, ada Bunda yang selalu ada. Jangan biarkan Bunda sedih ya Ya Allah…”

Nama  : Kukuh Amaliyanti

NRP     : A44100054

Laskar  : 22

Cerita Inspirasi 47

Don’t Give Up

Kejadian ini terjadi ketika saya masih di kelas 3 SMP. Saat pelajaran Bahasa Indonesia guru saya membawa setumpuk kertas fotocopian tentang tanda baca. Pertama mendapatkan kertas itu saya dan teman-teman sangatlah bingung. Karena materi tanda baca seharusnya tidak diberikan. Tapi setelah Beliau mengatakan bahwa materi tersebut akan sangat kami butuhkan, jadilah kami mempelajari tersebut.

Dua bulan kami belajar tanda baca sebalum akhirnya ada ulangan harian khusus untuk tanda baca. Saat hari H ulangan, guru kami memberitahukan aturan mainnya, pertama penulisan huruf harus benar, kedua tidak boleh salah dalam menulis dan ntidak boleh ada tipe-x dan yang paling penting adalah nilai kami harus sempurna 100. Dan hukuman setiap kesalahan adalah lari satu keliling lapangan basket.

Setelah pembagian hasil ulangan tak satupun dari kami yang mendapat nilai sempurna dan akhirnya satu kelas beramai-ramai lari keliling lapangan basket di tengah hari. Setelah lari kami diberi kesempatan untuk beristirahat sebelum akhirnya mengikuti ujian perbaikan.

Sekarang saya baru tahu, benar-benar tahu apa maksud guru saya. Pertama beliau ingin mengajarkan pada kami agar kami selalu berhati-hati dalam mengerjakan sesuatu, tidak gegabah. Kedua, agar kami tidak memandang sebelah mata setiap hal yang kami hadapi, karena semua itu memberikan pelajaran berharga. Dan yang paling penting adalah agar kami tidak cepat  putus asa jika mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan harapan. So, don’t give up friends.